Farmatour D3 Farmasi di LAFI AD Bandung

Mahasiswa D3 Farmasi melakukan kunjungan industri selama 2 hari yaitu pada tanggal 26-27 Februari 2020. Tujuan Farmatour adalah membekali mahasiswa Farmasi agar memiliki pengetahuan dan wawasan tentang segala aspek industri farmasi terutama dalam hal penerapan aspek CPOB pada industri farmasi serta memberikan gambaran nyata tentang proses produksi obat di industri farmasi. Salah satu Industri yang dikunjungi merupakan Industri Farmasi terkemuka yang ada di Kota Bandung salah satunya LAFI Puskesad.
Lafi Puskesad merupakan Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) di tingkat Puskesad yang mendukung tugas pokok kesehatan Angkatan Darat, yaitu menyediakan obat-obatan untuk keperluan prajurit TNI-AD, PNS dan keluarganya. Sebagai sebuah industri farmasi, Lafi Puskesad dituntut untuk menghasilkan obat jadi yang bermutu tinggi, berkhasiat dan aman. Untuk itu, dalam proses produksinya Lafi Puskesad selalu mengacu pada CPOB, Obat-obat yang diproduksi oleh Lafi tidak diperdagangkan bagi masyarakat umum, namun demikian proses produksinya tetap dilaksanakan sesuai dengan Pedoman CPOB yang dikeluarkan oleh Badan POM. Rencana produksi obat dibuat berdasarkan pada banyaknya jenis obat yang diminta, jenis peralatan yang dimiliki (kapasitas dan spesifikasi mesin), jumlah sumber daya manusia dan jam kerja serta waktu produksi yang tersedia.
Sebelum memasuki instalasi industri, mahasiswa diberikan penjelasan singkat mengenai sejarah berdirinya Lafi AD dan mengenalkan merk obat yang mereka produksi. Mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok karena keterbatasan tempat, saat memasuki ruangan setiap kelompok didampingi oleh satu dosen dan staf laboratorium farmasi untuk memandu jalannya farmatour, sebelum memasuki ruangan mahasiswa diharuskan menggunakan APD yang sudah disediakan disana. Di Lembaga Farmasi Angkatan darat (LAFI AD) terdapat beberapa ruang yaitu Ruang INSWASTU, ruang β-Lactam, ruang Non β-Lactam .
Pada farmatour di Lembaga Farmasi Angkatan Darat ini kami berkunjung ke dua ruang, yaitu ruang INSWASTU dan ruang Non β-Lactam . Ruang InSwasTu pada dasarnya di gunakan untuk pengawasan mutu obat yang di produksi, pengembangan dan penelitian-penelitian lebih lanjut. Sedangkan ruang Non β-Lactam di gunakan untuk kegiatan produksi, oleh sebab itu ruang ini harus steril guna menjamin mutu obat yang di produksi. Di ruang ini juga terdapat alat-lat canggih untuk memproduksi obat dalam skala besar. Pada ruang Non β-Lactam yang terdapat di LAFI AD yang di gunakan sebagai ruang produksi, saat memasuki ruangan tersebut ada ruangan yang di sebut ruang antara yang memisahkan ruang Non steril dan ruang steril masing-masing di batasi oleh pintu . pintu pertama dan kedua saling berhubungan, dimana pintu kedua dapat di buka jika pintu pertama sudah di tutup atau sudah di koordinasikan. Hal ini untuk mencegah bakteri masuk ke area produksi steril. Kegiatan produksi antara lain pencampuran, granulasi basah, pengeringan granul, pencetakan, pengisian kapsul, pengisian sirup, stripping dan kemas.
Dengan diadakannya kegiatan Farmatour yang rutin setiap tahun dilaksanakan Progam Studi Farmasi diharapkan dapat membekali mahasiswa agar memiliki wawasan, pengetahuan, ketrampilan untuk melakukan pekerjaan kefarmasian serta meningkatkan kualitas para mahasiswa Program Studi Farmasi yang memiliki kompetensi dibidangnya.